Metode Demontrasi Kecakapan ( Modelling The Way )
Oleh : Uju Gunawan, S.Pd. M.Pd.
Metode Modeling The Way merupakan salah satu metode mengajar
yang dikembangkan oleh Mel Silberman, seorang yang memang berkompeten dibidang
psikologi pendidikan. Metode ini merupakan sekumpulan dari 101 strategi
pengajaran. Sebuah metode yang menitik beratkan pada kemampuan seorang siswa
untuk mengembangkan potensi yang ada dalam dirinya. Karena siswa dituntut untuk
bermain peran sesuai dengan materi yang diajarkan.
Modelling the way adalah suatu metode pembelajaran yang diciptakan
untuk belajar aktif dan kreatif, dengan sistem belajar mengajar bercirikan
peserta didik mendemontrasikan pembelajaran di depan kelas. Sebagaimana
dikemukakan Silberman (2009 : 223) “Metode Modelling
the way adalah metode yang memberi peserta didik kesempatan untuk berlatih,
melalui demonstrasi, keterampilan khusus yang diajarkan di kelas”. Peserta
didik diberi waktu yang relatif singkat untuk membuat skenarionya sendiri dan
menentukan bagaimana mereka ingin menggambarkan kecakapan dan teknik yang baru
saja dilakukan di kelas.
Metode
pembelajaran Modelling the way dapat ditempuh dengan prosedur tertentu,
sebagaimana dikemukakan Silberman (2009 : 223-224) sebagai berikut :
1.
Dengan
mengikuti aktivitas belajar topik yang diberikan, identifikasilah beberapa
situasi umum di mana siswa mungkin diminta untuk menggunakan kecakapan yang
baru saja didiskusikan.
2.
Kelompokan
siswa menjadi sub-kelompok sesuai dengan
jumlah keperluan peserta untuk mendemonstrasikan skenario yang diberikan. Dalam
banyak hal, dua atau tiga orang diminta.
3.
Berilah
sub-kelompok 10-15 menit untuk membuat skenario khusus yang menggambarkan
situasi umum.
4.
Sub-sub
kelompok juga akan menentukan bagaimana mereka akan mendemonstrasikan kecakapan
kepada kelompok. Berilah mereka 5-7 menit untuk berlatih.
5.
Setiap
sub-kelompok akan mendapat giliran menyampaikan demonstrasi untuk kelas lain.
Berilah kesempatan untuk feedback setelah setiap demonstrasi.
Dari pendapat di
atas, dapat dijelaskan bahwa Metode pembelajaran Modelling the Way mendidik siswa untuk belajar aktif dan
kreatif melalui demontrasi untuk memberi kesempatan pada peserta didik berlatih
dengan tujuan menentukan
keinginan siswa dalam menggambarkan kecakapan dan metode yang baru saja dilakukan
di kelas.
Metode demonstrasi
kecakapan (modelling the way)
dilakukan dengan langkah-langkah sebagaimana dikemukakan Sudjana (2005 : 145)
berikut ini :
1.
Sebelum
kegiatan pembelajaran dimulai
•
Pendidik
mengarahkan peserta didik menyusun bahan belajar untuk didemonstrasikan.
•
Bahan
tersebut disusun berdasarkan kebutuhan belajar, sumber-sumber yang tersedia
program/kurikulum yang telah disusun, tujuan belajar yang akan dicapai, dan
waktu kegiatan belajar yang disediakan.
•
Pendidik,
bersama peserta didik menyiapkan fasilitas belajar (tempat dan perlengkapan)
dan alat alat bantu yang diperlukan seperti poster diagram perabot model batang
hasil produksi, dan benda sebenarnya.
2.
Pada saat
kegiatan pembelajaran:.
•
Pendidik
menjelaskan tujuan dan cara penggunaan metode
demonstrasi kecakapan (modelling
the way) serta memotivasi peserta didik untuk berpartisipasi secara aktif
dalam kegiatan pembelajaran.
•
Pendidik
membentuk peserta didik dalam beberapa kelompok sesuai dengan jumlah yang
diperlukan.
•
Pendidik
meminta peserta didik mendemonstrasikan proses dan/atau hasil sesuatu
sebagaimana tercantum dalam bahan belajar yang telah disusun bersama.
•
Pendidik
menjelaskan pada kelompok agar dapat saling memberi dan menerima pendapat
secara positif.
•
Pendidik
membantu mereka untuk menyusun bahan belajar yang akan mereka demonstrasikan.
•
Pembelajaran
ditekankan pada pencapaian tujuan bersama dan pencapaian indikator hasil
belajar.
•
Pendidik
bersama peserta didik mendiskusikan hal-hal yang timbul dalam kegiatan
pembelajaran.
3. Pada akhir kegiatan pembelajaran pendidik bersama
peserta didik melakukan penilaian terhadap bahan belajar dan terhadap proses
serta hasil penggunaan metode ini.
Kelebihan dan Kelemahan Metode Modeling The Way Metode ini mempunyai kelebihan sebagai berikut:
- Mendidik
siswa mampu menyelesaikan sendiri problema sosial yang ia jumpai.
- Memperkaya
pengetahuan dan pengalaman siswa.
- Mendidik
siswa berbahasa yang baik dan dapat menyalurkan pikiran serta perasaannya
dengan jelas dan tepat.
- Mau
menerima dan menghargai pendapat orang lain.
- Memupuk
perkembangan kreativitas anak.
- Pemecahan
problem yang disampaikan oleh siswa belum tentu cocok dengan keadaan yang
ada di masyarakat.
- Karena
waktu yang terbatas, maka kesempatan berperan secara wajar kurang
terpenuhi.
- Rasa malu
dan takut akan mengakibatkan ketidak wajaran dalam memainkan peran,
sehingga hasilnya pun kurang memenuhi harapan (Sriyono dkk, 1992: 118).
Namun diantara kelemahan
dan kelebihan itulah dituntut kreatifitas guru untuk mampu sesekali
menyajikannya sehingga proses belajar mengajar lebih variatif dan menyenangkan
sehingga pada gilirannya memberikan kontribusi positif bagi kualitas
pembelajaran.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar